PROGRAM AUDIT MEMBUAT PEKERJAAN AUDIT SISTEMATIS DAN EFISIEN

Untuk teman-teman yang bekerja di Kantor Akuntan Publik, mungkin sudah biasa dengan kata “Program Audit” karena tahapan ini sangat menentukan dalam prosedur pelaksanaan audit. Artikel ini aku pernah baca pada buletin Auditor Independen dan mungkin bermanfaat untuk teman-teman mahasiswa jurusan akuntansi yang mungkin punya cita-cita bekerja pada Kantor Akuntan Publik.

Masing-masing Kantor Akuntan Publik (selanjutnya sebut KAP aja ya), dalam melaksanakan pekerjaan audit, pasti sebelumnya menyusun program baku dalam melaksanakan audit. Program Audit yang dicetak secara baku haruslah fleksibel karena mempunyai kelebihan dan kekurangan, sehingga seorang auditor haruslah melakukan evaluasi atas kondisi ekonomi klien, standar dan ketentuan lain yang relevan. Program audit diharapkan dapat menjadi acuan dalam melakukan pekerjaan audit sehingga lebih sistematis dan terarah.

Perencanaan audit adalah tahapan audit berikutnya yang harus dilakukan seorang auditor. Dalam perencanaan audit, Auditor dituntut untuk memahami klien, sistem akuntansi, pengendalian intern, menentukan tingkat materialitas, menyusun program audit sampai dengan dilakukannya tahap pemeriksaan.

Pemahaman atas bisnis klien ini sangat penting untuk dilaksanakan agar pekerjaan audit yang akan dilaksanakan dapat direncanakan dengan tepat. Pemahaman atas bisnis klien ini dapat diperoleh dengan cara melakukan survey pendahuluan, wawancara dengan bagian terkait dan dokumen serta fakta yang ada. Tujuan dari pemahaman bisnis ini adalah tidak lain untuk mengetahui kejadian-kejadian yang dapat mempengaruhi laporan keuangan perusahaan dan juga mempengaruhi penugasan audit oleh klien seperti penjadwalan pekerjaan audit, jumlah staf dan keahlian yang dibutuhkan, besarnya fee yang ditentukan, maupun risiko-risiko yang akan ada pada pekerjaan tersebut.

Pemahaman bisnis dapat diketahui atas dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Pemahaman bisnis melalui faktor internal adalah:

  1. Akte Pendirian
  2. Permodalan
  3. Struktur Organisasi
  4. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
  5. Legalitas dan Perijinan
  6. Pemasaran dan Distribusi
  7. Produksi
  8. Laporan Keuangan
  9. Kebijakan AKuntansi
  10. Kewajiban Perpajakan
  11. Sistem Pengendalian Manajemen
  12. Contact Person

Pemahaman Bisnis melalui faktor eksternal adalah sebagai berikut:

  1. Industri Klien seperti pelanggan, pemasok dan pesaing utama
  2. Kondisi industri
  3. Hukum dan Peraturan yang berhubungan dengan klien
  4. Politik dan Budaya
  5. dll.

Dari pemahaman bisnis klien yang telah dilakukan, seorang auditor akan mampu memperoleh informasi atas risiko dimasa yang akan datang dalam hal pekerjaan audit tersebut khususnya laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen yang berpengaruh terhadap akun-akun tertentu dalam laporan keuangan serta auditor akan dapat mengetahui gambaran secara umum kondisi perusahaan dan auditor dapat memberikan suatu rekomendasi kepada klien atas kondisi perusahaannya.

Berikutnya adalah auditor melakukan evaluasi atas struktur pengendalian internal klien. Sistem pengendalian intern ini diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. Proses pemahaman ini bertujuan untuk menentukan tingkat risiko pengendalian untuk mendeteksi potensi salah saji yang material dalam laporan keuangan. Tahapan berikutnya adalah untuk memperoleh bukti saldo akun yang memadai auditor melakukan analisa awal dengan menggunakan prosedur analitik dalam tahap perencanaan. Hal ini akan membantu auditor dalam merencanakan sifat, saat dan lingkup prosedur audit yang digunakan untuk memperoleh bukti saldo akun atau golongan transaksi tertentu. Barulah auditor melakukan penentuan tingkat materialitas yang memadai. Penentuan tingkat materialitas dapat secara kuantitatif dan kualitatif dan pada umumnya bergantung pada pengalaman dan keahlian dari Audior itu sendiri.

Dari tahapan tersebut, barulah Auditor membuat program audit. Program audit untuk satu klien hendaknya harus direview dan direvisi setiap satu periodik sejalan dengan perubahan standar, karena yang terjadi selama ini bahwa program audit untuk satu klien disamakan dengan program audit pekerjaan tahun sebelumnya. Program audit harus fleksibel yang menyesuaikan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi klien dan penugasan.

Untuk teman-teman mahasiswa yang ingin mengetahui contoh program audit dan perencanaan audit dapat diklik disini.

  1. Download Contoh Perencanaan Audit
  2. Download Contoh Program Audit

Semoga bermanfaat.

About these ads

5 Tanggapan

  1. mas contonya progam audit sama perencanaan kok g bisa di bukak tolong mas betulin dongs tolong ya mas

    tugas ini membunuhku

  2. @ Ken
    Bisa gitu low ken…
    Ngedownload-nya yang agak lemah gemulai dikit… soalnya filenya jenis kelamin laki, jadi agak butuh sentuhan yang mesra biar mau muncul…
    Ok? Hehe…
    Klo masih belum bisa, nti aku kirim via email yah?
    aku tadi nyoba sendiri bisa kok…

  3. oh udah bisa .. thnx ya

  4. pak de…
    cang ne jani nu bingung menentukan skripsine ne lakar jemak..sory..melenceng dik dari topik…enakne laporan keuangan jemak ato salahsatu akun nya aja ?kalo mau ambil audit

    tq brur

  5. mas, aku baru download program audit, aku mau tanya, program audit itu semacam petunjuk buat junior auditor untuk melakukan audit? yang aku download itu ada estimasi, dan aktual,

    memangnya sebelum JA melakukan audit akan ada estimasi mengenai hasil audit?
    makasih
    mohon dijawab dan mampir ke blogku juga,,,

    hehehe
    nice blog ^_^

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: